BANJARBARU (27/08/2026) – Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan secara daring pada Kamis (27/08). Tujuan utama dari pelaksanaan FGD ini adalah untuk meningkatkan dukungan serta koordinasi yang solid antara kebijakan Pemerintah dengan Bank Indonesia.
Kegiatan mengangkat topik “Perkembangan dan Prospek Cuaca dan Iklim di Provinsi Kalimantan Selatan” dan diikuti oleh jajaran internal KPwBI Provinsi Kalimantan Selatan. Staklim Kalsel diwakili oleh Vera Yuliyanti, S.Tr, PMG Muda sebagai narasumber, menyampaikan informasi terkait perkembangan kondisi cuaca dan iklim terkini serta prospeknya di wilayah Kalimantan Selatan. Materi yang disampaikan juga mencakup perkembangan dan prediksi curah hujan untuk periode September 2026 hingga Februari 2027 serta informasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Informasi perkembangan dan prospek cuaca serta iklim tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi KPwBI Provinsi Kalimantan Selatan dalam melakukan analisis dan penyusunan kebijakan, khususnya dalam mengantisipasi potensi dampak kondisi cuaca dan iklim terhadap aktivitas perekonomian daerah.
FGD ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara BMKG dan Bank Indonesia, khususnya dalam penyediaan dan pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, geofisika, dan kualitas udara sebagai salah satu dasar dalam mendukung kebijakan pembangunan dan perekonomian di Provinsi Kalimantan Selatan.
BMKG Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui penyediaan informasi cuaca dan iklim yang tepat, akurat, dan mudah dipahami. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kesiapsiagaan serta mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis informasi cuaca dan iklim di Kalimantan Selatan.

![]()


