Kepala Staklim Kalsel Sampaikan Update Iklim pada Rakor KARHUTLA Banjar 2026

Martapura, 25 Juni 2026 – Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, didampingi Nisrina Aryanti, menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Putih Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, Kamis (25/6).
Rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan dibuka oleh Bupati Banjar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea.
Rakor ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun 2026. Melalui forum ini, seluruh pihak menyamakan persepsi, memperkuat kesiapsiagaan, serta menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan KARHUTLA di wilayah Kabupaten Banjar.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menyampaikan materi bertajuk “Update Informasi Iklim serta Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026”. Paparan tersebut memuat informasi mengenai kondisi iklim terkini, perkembangan musim kemarau, serta prediksi potensi kekeringan yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi mitigasi, penentuan langkah antisipatif, dan peningkatan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan. Melalui penyampaian informasi iklim yang akurat dan koordinasi yang erat antarinstansi, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan KARHUTLA di Kabupaten Banjar dapat dilaksanakan secara lebih terarah, efektif, dan responsif. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.
![]()








