Pemutakhiran informasi analisis curah hujan dan sifat hujan Dasarian III Agustus 2026 (21–31 Agustus 2026) di Provinsi Kalimantan Selatan.

Berdasarkan hasil analisis, curah hujan pada Dasarian III Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan berada pada kategori Rendah, yaitu mencakup sekitar 99.8% wilayah. Selain itu, sekitar 0.2% wilayah mengalami curah hujan kategori Menengah yaitu di sebagian kecil Kab. Balangan.

Sementara itu, berdasarkan analisis sifat hujan, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan berada kondisi Bawah Normal (BN), yaitu mencakup sekitar 97.5% wilayah. Selain itu, terdapat sekitar 1% wilayah pada kondisi Normal (N) yaitu di sebagian kecil Kab. Tabalong dan Kab. Balangan bagian Timur serta 1.5% wilayah berada pada kondisi Atas Normal (AN) yaitu di sebagian Kab. Balangan.
Dominannya curah hujan kategori Rendah dan sifat hujan Bawah Normal pada Dasarian III Agustus 2026 menunjukkan bahwa kondisi kering masih mendominasi wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut sejalan dengan periode menuju puncak musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung pada September 2026, sehingga curah hujan diprediksi masih relatif rendah pada sebagian besar wilayah.
Kondisi kering yang berlanjut perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah yang telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan durasi panjang hingga ekstrem. Keterbatasan curah hujan dapat meningkatkan resiko kekeringan dan karhutla serta berpotensi memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau untuk mengantisipasi dampak kekeringan, menggunakan sumber daya air secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Informasi dan perkembangan kondisi cuaca dan iklim perlu terus dipantau melalui kanal resmi BMKG sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi.
![]()


